Beranda > Coretan Hidup > [Fanfiction] The Absent Minded | Naruto Parody

[Fanfiction] The Absent Minded | Naruto Parody

AUTHOR       : Jelaskan? Fuad gitu loooooh…XDXDXDXD

 Genre              : Easy Humor

 Assalamu’alaikum, minna san. Hai, Fuad kembali lagi, hehehehehe. Ini adalah Fan fiction ku yang pertama, yang aku buat iseng2 karena gak sengaja liat naskah cerpen yang pernah kubuat waktu SMA kemaren. Nah, ceritanya aku ubah ke karakter yang ada di Naruto biar lucu kali ya, hehehe. Aku mengucapkan terimakasih pada temen FB ku, Sanji Sang Pangeran Cinta yang udah menyadarkanku untuk membuat cerita lagi, domo arigatou ne. kalo ceritanya lucu, alhamdulillah, kalo gak ya dipaksa aja untuk ketawa, OK mamen??? ( si mamen lagi jualan di pasar XD)

 

LET’S CEKIDOT

            SMA Konoha masih terlihat sepi, baru beberpa orang yang datang karena hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Di ruang XII IA 1, ada Naruto yang lagi kebingungan kayak anak kehilangan induk, sedangkan Sasuke lagi nyantai sambil online dari laptop baru yang dibelikan abangnya, si Itachi. Maklum, mereka adalah keluarga kaya yang hartanya gak abis 7 turunan ditambah 7 tanjakan.

“ Suk ( Sasuke maksudnya, kekekekeke XDXDXD), kau nampak HP ku gak? Tadi kayaknya ku tarok di atas mejaku lah, sekarang kok gak ada ? Acemlah nih….baya… gawat gawat gawat. Mana nanti Hinata minta ditelpon pulak. Udahlah pulsaku sekarat..arrrgh…”, Naruto yang kebingungan nanya ke Sasuke yang sibuk ngotak ngatik laptop yang baru dibelikan abangnya, si Itachi yang cool nya kayak es balok. Itachi baru pulang kampung karena urusan geng anehnya, Akatsuki yang punya usaha jual beli Laptop, baru atau bekas bisa dicicil atau ngutang ( ini jualan cabe kali ya???). Sasuke tetep gak peduli sama omongan Naruto yang udah kebakaran rambut karena gak punya jenggot, mondar mandir di depan Sasuke. Sasuke yang sok cool ikut2an abangnya itu pun sambil melemparkan poninya menjwab pertanyaan Naruto kelamaan.

“ Mana aku tau, To. Kau yang punya Hp, aku pulak yang ko tanya. Bukan urusanku itu, bah..(Sasuke logatMedan, wahahahaha XDXDXD). Makanya, punya Hp dijaga jangan dibiarin kabur.” Jawab Sasuke seenaknya sambil ngelanjutin online via Facebook, Twitter, Kaskus (mantaf Gan, penulis aja gak pernah maen di Kaskus bn_n), de el el.

“ Yang tegalah ko jadi kawan, baya. Ko kira hape ku ayam apa? Main kabur aja. Tolonglah aku, Suk. Mana HP itu baru lagi, bisa-bisa kenak Rasengan aku sama ayahku, pleassssssssse….”, Naruto memohon dengan amat sangat yang dalam, sampai tersungkur.

Sasuke masih tetap pada posisinya, tidak memperdulikan Naruto yang udah nangisbombayampe guling2.

“ Lho? Naruto, kenapa guling2 kau?? Macam mau balapan aja kau.” Tiba2 Neiji nongol tanpa permisi di belakang Naruto, sontak aja Naruto kaget gaje ampe loncat  ke atas meja.

“ AH, kau Ji, ngagetin aku aja. Aku lagi bingung ini, kawan. Ilang hape ku, baya, huwaaaaaaaaaaa…”, lagi2 Naruto nangisbombayampe kuping Neiji hampir keluar cairan berwarna kuning kehijauan, yaaakss. XPXP

“ Eh, kira2 kau kalo mau tereak, ko kira kupingku TOA apa?”, Neiji ngamuk sadis sambil melotot pake Byakugan. Naruto ngeri, langsung mengecilkan volume suaranya.

“ Maaf, Ji. Aku lagi dilanda kebingungan yang amat sangat, mana si Sasuke gak mau bantuin nyari, ko maukanbantuin kau? Aku mohon…”, mata Naruto kelap kelip kayak lampu jalan sambil menagkupkan kedua telapak tangannya dengan wajah yang memelas. Neiji enek ngeliat Naruto kayak gitu.

“ Hape mu ilang? Jadi ini Hape siapa? Tadi aku dititipin ama Shikamaru, katanya mau maen game terbaru dari hape mu, dia mau ngasih ke kau, tapi kau tadi gak ada, jadinya aku yang bawa, nih”, ujar Neiji seraya memberikan Hape N-Gage QD ke Naruto. Lagi2 Naruto nangisbombaykayak anak kecil digigit gajah (ngarang banget = =”).

“ Arigatou ne, Neiji san. Makasih, syukron, xiexie, gracias, danke, tengkyu banget. Kukira udah dimakan ama Chouji, oh Tuhan. Makasih kali aku samamu ya Neiji, cup cup”, Naruto kesenangan sampe cium2 tangan Neiji, Sasuke ngeliat kejadian itu mual apalagi Neiji, rasanya dia kayak gak ada di kelas itu.

++++++++++++++++++++++++++++

 

            Naruto lagi parah banget. Sekarang dia jadi pelupa kayak kakek-kakek.Adalagi kejadian waktu dia disetrap ama guru paling killer, Pak Orochimaru yang wajahnya kayak mau syuting film horror alias putih banget ditambah eyeliner yang ngebuat siswa2 di SMA Konoha pada lari ngeliat Bapak itu

FLASH BACK……..

            Naruto, Sasuke, Neiji, Chouji, Shikamaru, Gaara, ama Lee lagi ngumpul2 di kantin sambil membuat rencana untuk malam mingguan, maklum mereka semua pada Jomblo, kecuali Naruto yang udah pacaran ama Hinata dari kelas 1 SMA. Chouji langsung buka suara dan buka cemilan.

“ Nyam nyam nyam, eh kawan. Pening kali kepalaku, Cuma akulah yang tak punya pasangan disini. Gak kasian kelen samaku? Huhuhuhu…krauk krauk nyam nyam”, kata Chouji sambil memasukkan keripik kentang kesukaannya. Gaara yang paling hemat berkata2, tumben ngomong.

“ Hmmmm…”

Gubraaakkkk ( penulis jatoh dari kursi, kirain Gaara ngomong apa…@.@

“ Kau nya pulak, makaaaan aja kerjamu. Perut udah maju gitupun masik aja kau isi, hn”, sambar Naruto tanpa ampun dan merebut kripik kentang Chouji, mulut Chouji ikutan maju juga.

“ Udahlah, kawan,.acem kau aja yang tak punya pasangan. Aku pun tak ada, padahal aku udah berusaha untuk jadian sama Tenten, eh dia nya jutek binti judes samaku, huft”, Lee langsung pasang muka sedih inget kejadian dia ditolak Tenten mentah2 sampe dilempar kunai, kesian kesian kesian.

“ Hei, kelen kira kelen aja yang sengsara? Aku langsung kena hempasan kipas raksasanya si Temari kemaren, padahal aku baru mau bilang kalo aku suka sama dia, hn”, Neiji ikut2an lemes mengingat kejadian kemaren. Semua diam tanpa kata, seolah jenuh pada diri masing2 (kayak lirik lagu, hmmm ).

“ Shikamaru, bagaimana penapatmu? Apa kau udah dapat cewek buat malming nanti?”, tanya Naruto yang sekarang gantian makan baksonya Gaara, karena Gaara sibuk ngerjain Peer Matematika untuk minggu depan, secara Gaara kutu buku dan paling pinter di kelas.

“ GROOOOOOK……fuuuh………GROOOOOKK”, ternyata Shikamaru malah tidur, hah merepotkan = =”.

‘ BLETAK!!!”, satu tokok’an ( NB: tokok: menjitak) mendarat di kepala Shikamaru dan kontan membuat Shikamaru kesakitan. Ternyata Naruto yang telah menjitaknya.

“ Apa pulak au, To? Aku gak ada salah apa2, ko tokok pulak kepalaku, ko kira gendang hah?”, Shikamaru naik pitam, Naruto ngumpet di belakang Neiji.

“NAAARUUUTOOOOO”, Shikamaru siap2 membalas Naruto, namun cepat2 dihalangi ama Neiji.

TENG 1000x…..bunyi bel sekolah pertanda masuk untuk pergantian jam belajar pun berdering. Mereka bergegas ke kelas, karena yang masuk adalah Pak Orochimaru, kalo telat jangan harap bisa masuk untuk pelajaran selanjutnya, kejamnya seimbang dengan Profesor Snape yang ada di Harry Potter, sadis dan licik, kekekekeke.

Nah, Pak Orochimaru telah tiba di kelas 5 menit sebelum bel berdering, Naruto dkk memasang wajah menyedihkan ketika ngeliat Pak Orochimaru. Padahal Bapak itu sedang duduk dan membaca buku alirannya, Teori Evolusi Darwin. Tanpa basa basi lagi, suara Pak Orochimaru yang mirip suara2 gaib di film horor mulai meneror siswa2nya.

“ Hmmm….apa kalian sudah menyelesaikan tugas yang saya berikan minggu kemarin? Silahkan dikumpul, sekarang….”

Semua mulai membuka tas dan mencari buku Peer mereka masing2. Naruto dkk juga, dan pada saat itu pula Naruto tereak gaje sambil muter2 di bangkunya, dan berkata,” OOOH, tidaaaak. Bencana besar melandaku, gyaaaaaaaaaaaa”,

“ Hei, macam orang  kesurupan aja, kau To. Kenapanya? “, Sasuke megang kepalanya Naruto yang agak2 panas.

“ Mampuslah aku, baya. Mau pergi aja rasanya aku dari sini, tapi terlambat, terlambat sudah.”, Naruto terduduk pasrah dan lemas.

“ Yaiya, tapi kenapa kau? Macam orang bodoh2 kutengok*emang bodoh*. Udahlah muka macam jeruk purut gitu, kusut”, ujar Sasuke seenaknya.

“ Hiks hiks huuu uuu uuu”, Naruto meraung2.

“??????????”, Sasuke kebingungan.

“ Hiks hiks. Buku Peer ku ketinggalan, Suk. Habislah aku sama Pak Oro”. Naruto pasang tampang mengenaskan.

“ Glek. DeEl. Derita Loe, To. Aku tak ikut2lah, urusan kaulah tu,” Sasuke menjauh.

“……”, Naruto diam beribu bahasa, baik bahasa manusia, binatang, tumbuhan, dan kawan-kawan. Semua temannya sudah mengumpulkan tugas, hanya Naruto yang mematung di bangkunya, seperti tidak ada kejadian apa2. Teman2 satu gengnya hanya bisa berharap Naruto pulang dengan utuh tanpa kurang apapun.

            Kelas tampak tegang dan mencekam. Apalagi dengan tatapan pak Orochimaru yang menatap satu persatu muridnya. Tak ada yang berani menatap. Pak Orochimaru pun kembali sibuk menghitung buku Peer murid2nya..

“ 30, 31, 32, 33, 34…. Hmmm. Sepertinya kurang satu. Siapa yang belum mengumpulkan tugas, silahkan berdiri sebelum saya yang memberdirikan *ribet amat bahasanya*. Cepat berdiri”, lamat2 suara Pak Orochimaru menggema di seluruh penjuru kelas. Naruto sudah mau pipis di celana, Cuma karena gengsi, ditahannya juga*padahal kalo di rumah suka pipis sembarangan, kekekekekeke*. Akhirnya dengan segala daya dan upaya, Naruto berdiri juga.

“ SS…sss.sssaaa….sa…yaa… Pak yang be-be-belan eh be-belum mengumpulkan tugas”, Naruto hampir pingsan menatap Pak Oro.

“ Kenapa kamu tidak membawa buku Peer mu? Hmmm?”, kali ini Pak Oro bener2 pada puncaknya, matanya memerah, Naruto ngeri.

“ Ss-ss-sssaya lu-lu-pa pak. Bener pak, ss-saya bener2 lupa Pak. Ampuni saya Pak, hiks hiks”, Naruto bersimpuh di bawah kaki Pak Oro. Pak Oro malah bengong.

“ Hei, sudah2. Ngapain kamu di bawah? Kepanasan ya, sampai ngesot segala,” *kenapa Pak Oro tiba2 ramah padanya?*

“ Kamu tidak akan saya hukum, malah saya ingin mengucapkan selamat kepada kamu,,” ucap Pak Oro sedikit lembut.

“ Hah? Yang benar Pak? T-tt-tapi saya tidak bawa buku peer, k-kenapa mau dikasih selamat Pak?”, gantian Naruto dan kawan2 kebingungan.

“ Kamu lupa ya?Kansemalam kamu sudah memberikan tugas kamu kepada saya. Tadi saya Cuma mau menguji kalian saja, hahahahahahaha”, tawa Pak Oro yang bagaikan tangisan kematian itu pun membuat merinding Naruto dan kawan2nya, tapi langsung disambut dengan tertawaan dari teman2nya. Naruto Cuma cengengesan dan ikut tertawa. Terbahak2 pulak itu. Dasar bodoh.

“ Owalah, To To. Yang parahlah kau, bisa lupa kau tak bawa buku peer. Dasar tolol, hahaaahahahahaha”, Chouji ngakak, disumpel roti sama Gaara.

“ Berisik, jaga bibir, dower pulak nanti”, tumben Gaara mengucapkan sepotong kalimat.

“ Makanya, To. Diingat2 dulu kalo mau mengerjakan sesuatu. Coba kalo tadi ketinggalan betulan, bah…. Jadi peyek kau dibuat Pak Oro, hahahahahahaha”, Neiji malah meledek, tapi disambut tawaaan teman2 mereka.

“ Jangan2, dia lupa tuh ada janji sama Hinata. Kalo lupa, udahlah. Siaplah kau To”, Lee menambahakan.

“ Janji? Alamak, hampir lupa, abis pelajaran ini, aku janji mau maen ke rumahnya, nangkap ubur2, bye2 semua”, Naruto pergi begitu aja meninggalkan teman2nya yang masih memegangi perut karena malihat tingkah Naruto yang parah pikunnya. Dasar bodoh.

—SELESAI—

 Alhamdulillah, akhirnya selesai juga cerita aneh ini, komentarnya ya teman2, kalo ada bagian2 yang garing, tolong disiram aer ya, biar basah… hohohoho… XDXDXD

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: