Beranda > Keperawatan > [Keperawatan Jiwa] Teori Perkembangan Menurut Freud

[Keperawatan Jiwa] Teori Perkembangan Menurut Freud

Perkembangan merupakan perubahan psikologis atau mental yang dialami individu dalam proses menjadi dewasa. Perubahan tersebut terbentuk semakin tedeferensiasinya seluruh aspek keperibadian individu tetapi segala aspek yang berkembang itu terorganisasi menajdi satu totalitas.

Sigmund Freud dalam teori perkembangan psikoseksual (1856-1938), ia menjelaskan bahwa fase-fase perkembangan individu didorong oleh energy psikis yang disebut libido. Libido adalah energi psikis yang bersifat seksual dan sudah ada sejak bayi. Freud membagi perkembangan manusia menjadi lima fase.

  • Fase Oral (0-1 tahun)

Pada fase ini seorang anak memperoleh kepuasan dan kenikmatan yang bersumber pada mulutnya. Hubungan social pada fase ini lebih bersifat fisik, seperti makan atau minum susu. Objek social terdekat adalah ibu, terutama saat menyusu. Bila anak tidak menyusu pada ibunya, maka anak akan memperoleh kepuasan oral dengan memasukan jari-jari tangannya ke mulut.

  • Fase Anal (1-3 tahun)

Pada fase ini pusat kenikmatan seorang anak terletak didaerah anus, terutama saat defekasi. Pada fase inilah saat yang paling tepat untuk mengajar disiplin pada anak (termasuk toilet traning). Anak sudah menjadi individu yang mampu bertanggung jawab atas beberapa kegiatan tertentu.

  • Fase Falik (3-5 tahun)

Anak memindahkan pusat kepuasannya pada daerah kelamin. Anak mulai tertarik pada perbedaan anatomis antara laki-laki dan perempuan. Ibu menjadi tokoh yang memberikan kasih saying, perlindungan terhadap rasa aman dan tempat melarikan diri bila menghadapi persoalan. Pada laki-laki keterdekatan pada ibunya menimbulkan gairah seksual dan perasaan cinta yang disebut Oedipus kompleks. Tetapi perasaan ini kemudian diikuti oleh kecemasan kostrasi (takut dopotong alat kelaminnya) hal ini menimbulkan perilaku menurut dan meniru tindak-tanduk tokoh ayah yang dianggap sebagai saingan.

  • Periode Laten (5-12 tahun)

Fase ini adalah fase tenang, walaupun seorang anak mengalami perkembangan pesat pada spek motorik dan kognitif. Kecemasan dan ketakutan yang timbul pada masa sebelumnya ditekan (repressed). Anak laki-laki lebih banyak bergaul dengan teman sejenis, demikian pula anak perempuan oleh karena itu fase ini disebut juga periode homoseksual alamiah. Anak mencari figure ideal diantara orang dewasa berjenis kelamin sama dengannya.

  • Fase Genital (>12 tahun)

Pada fase ini alat-alat reproduksi sudah mulai masak, dan pusat kepuasan berada pada daerah kelamin. Energi psikis (libido) diarahkan untuk hubungan heteroseksual. Rasa cintanya pada anggota keluarga dialihkan pada orang lain yang berlawanan jenis. Pengalaman di masa lalu menjadi bekal yang amat berpengaruh pada remaja yang sedang menapak ke dunia dewasa, dunia karier dan rumah tangga.

REFERENSI:

Keliat, Budi Anna;Panjaitan;Helena. 2005. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Ed.2. Jakarta: EGC

Suliswati, Simijatun dkk, 2005. Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Thanks for pic: http://septriautami.blogspot.com

Diposting lagi: http://thefuturisticlovers.wordpress.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: